About the Journal

CODE: The Counselor's Guide adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk publikasi penelitian berkualitas tinggi di bidang bimbingan dan konseling. Dengan fokus yang luas, jurnal ini menerima naskah orisinal yang mencakup berbagai topik, mulai dari konseling sekolah, pengembangan karir, kesehatan mental, hingga inovasi teknologi dalam konseling. Untuk menjaga objektivitas dan kualitas ilmiah, setiap artikel akan melalui proses double-blind review yang ketat. Jurnal ini akan terbit tiga kali setahun, dengan edisi perdananya dijadwalkan pada Desember 2025, dan kami secara terbuka mengundang para peneliti, akademisi, serta praktisi untuk menyumbangkan karya terbaik mereka.

Announcements

Panggilan untuk Mengirimkan Naskah (Call for Papers)

2025-09-22
Dengan hormat,
Dewan Redaksi Jurnal Code: The Counselor's Guide mengundang para akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mengirimkan naskah hasil penelitian psikologi pendidikan dan binbingan terbaiknya.
Code: The Counselor's Guide adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang ditelaah sejawat (peer-reviewed), akses terbuka (open-access), dan berfokus pada publikasi artikel inovatif dalam penelitian psikologi pendidikan dan binbingan.  SUBMIT NASKAH DI SINI

Hormat kami,
Dewan Redaksi Code: The Counselor's Guide

Read more about Panggilan untuk Mengirimkan Naskah (Call for Papers)

Current Issue

Vol. 1 No. 1 (2026): Article in Press
					View Vol. 1 No. 1 (2026): Article in Press

Dalam penerbitan jurnal CODE: The Counselor's Guide dibahas lima studi fenomenologi mengenai isu psikososial: Stres Akademik, Adaptasi Budaya, dan Kecemasan Sosial/Kebersamaan. Artikel tentang Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir menemukan bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling mengalami tingkat stres yang lebih tinggi (100% stres tinggi) dibandingkan mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (60% stres tinggi), terutama disebabkan oleh beban akademik, tekanan waktu, dan tuntutan metodologis. Studi Proses Adaptasi Budaya bagi Mahasiswa Perantau dan Pengalaman Culture Shock Anak Panti Asuhan sama-sama menegaskan bahwa penyesuaian terhadap lingkungan baru terjadi melalui empat tahap (bulan madu, kejutan budaya/krisis, pemulihan, penyesuaian) , di mana dukungan sosial dan keterbukaan diri adalah faktor kunci untuk mengatasi perbedaan bahasa/kebiasaan dan rasa rindu rumah. Sementara itu, Fenomena Kecemasan Sosial Remaja Panti Asuhan Pengguna TikTok menyoroti bahwa kecemasan sosial muncul sebagai ketakutan dinilai negatif dan penghindaran sosial yang diperkuat oleh rasa minder karena identitas "anak panti" dan tekanan validasi dari media sosial. Terakhir, penelitian Makna Kebersamaan dalam Kehidupan Anak Panti Asuhan menyimpulkan bahwa kebersamaan dimaknai sebagai dukungan emosional dan pengganti kehangatan keluarga yang terwujud dalam tiga dimensi: emosional, sosial, dan spiritual

Published: 2026-04-01
View All Issues